25/01/11

konservasi terumbu karang

Untuk memperbaiki terumbu karang alami sebagai tempat tinggal organisme laut, salah satu teknik yang telah banyak dikembangkan di dunia diantaranya teknik terumbu karang buatan (artificial reef) dan metode transplantasi karang.

A. Terumbu Karang Buatan

Yang dimaksud dengan terumbu karang buatan disini adalah benda-benda keras seperti kapal bekas, mobil bekas, ban mobil bekas dan bahan-bahan beton lainnya yang diletakkan di dasar laut yang mendatar, berdasar pasir halus atau lumpur, dengan tujuan untuk merubah habitat dasar laut yang berpasir halus dan miskin ikan itu menjadi habitat yang keras dan kaya akan ikan-ikan komersial serta biota lainnya. Terumbu Karang Buatan semacam ini mula-mula digunakan orang untuk meningkatkan hasil ikan pada tempat-tempat yang kurang produktif seperti pantai berpasir/berlumpur, dan untuk meningkatkan penghasilan nelayan-nelayan kecil yang tidak mampu menangkap ikan di lautan terbuka. Kemudian Terumbu Karang Buatan ini juga digunakan sebagai objek penelitian untuk mengetahui lebih jauh tentang pengaruh kehadiran Terumbu Karang Buatan terhadap lingkungan setempat baik fisis maupun biologis.

B.  Metode Transplantasi Karang

Teknologi transplantasi karang (coral transplantasion) adalah usala mengembalikan terumbu karang melalui pencangkokan atau pemotongan karang hidup untuk ditanam di tempat lain atau di tempat yang karangnya telah mengalami kerusakan, bertujuan untuk pemulihan atau pembentukan karang alami.
Beberapa metode transplantasi karang adalah:

  1. Metode patok
Dalam metode ini bahan yang digunakan adaladh patok kayu yang tahan air atau besi yang dicat anti karat. Dalam pelaksanaannya patok tadi ditancapkan di dasar perairan
  1. Metode Jaring
Bahan yang dipergunakan dalam metode ini berupa jarring/waring bekas dan tali ris dengan ukuran yang disesuaikan dengan kebutuhan.
  1. Metode Jaring dan substrat
Pada metode ini bahan yang digunakan terdiri satas jarring yang telah dilengkapi  dengan substrat yang terbuat dari semen , keramik atau gerabah dengan diameter lebih kurang 1 cm dan jarak antara  substrat kuran lebih 25 cm
  1. Metode Jaring dan rangka
Pada metode ini bahan yang digunakan berupa rangka besi yang dicat anti karat dan diatasnya ditutupi dengan  jarring yang diikat secara kuat dan rapih. Rangka yang ideal berukuran 100 x 80 cm berbentuk persegi dan pada bagian ujung-ujungnya  terdapat kaki-kai tegak lurus  masing-masing sepanjang 10 cm. Dibagian persegi empatnya ditutupi jarring sebagai empat mengikat bibit transplantasi  yang berjumlah 12 buah. Jarak masing-masing bibit 25 cm.
Tabel 1. Rangkuman tentang kegiatan dari beberapa metode terumbu karang buatan di Indonesia
No
Metode
Keuntungan
Kerugian
Keterangan
1
2
3
4
5
A
Ditinjau dari tehnik penempelan karang

1

Koral transplant


Lebih cepat terlihat hasil

Proses suksesi scara
ekologi kurang sesuai

Kualitas lebih baik karena
seleksi alam


Kualitas kurang baik
setelah beberapa
tahun (hasil studi
Prof. Omari)


Cocok untuk
daerah yang sedikit
memiliki stok larva
karang

2
Penempelan
alami

Terjadi proses suksesi
alami yang sesuai dengan
kaidah ekologi

Proses terbentuknya
terumbu relative
lebih lama

Cocok uantuk
daerah yang
memiliki cukup
stok larva karang

B
Ditinjau dari substrat buatan untuk tempat menempel

1


Biorock/
electroreefs

§         Disain mudah dibuat dan disesuaikan dengan lingkungan dan keinginannya
§       Relatif mudah menenggelamkannya
§  Beberapa peneliti menunjukkan pertumbuhan karang yang relative cepat
§  Dalam waktu singkat sudah dapat dirancang dan dicetak dalam berbagai bentuk


§  Material anoda masih import dan sulit didapat
§  Membutuhkan suplai listrik yang konstan dan terus menerus (± 24jam) selama ± 6 bulan sampai 2 tahun


§  Cocok untuk daerah wisata, karena kerangkanya dapat di disain sesuai keinginan
§  Desain bisa dikembangkan untuk daerah slope, berarus dan bergelombang besar

2
Beton
§  Beton ringan
§  Kubah dan piramida
§  Reef balls

§  Dalam waktu singkat sudah dapat menjadi tempat yang baik untuk penempelan karang

§  Perlu alat –alat berat untuk mencelupkan
§  Sulit diimlementasi di pulau kecil

Lebih cocok untuk
pemecah ombak
/gelombang

3
Rockpiles (tumpukan batu)
§  Mudah dan sederhana
§  Tidak perlu pendidikan keahlian khusus
§  Tidak perlu peralatan khusus
§  Bisa dilakukan oleh mayarakat
§  Menyediakan tempat penempelan yang cepat dan natural

Kurang cocok untuk
daerah slope

Cocok untuk
daerah yang
relative rata dan
terlindung (arus
gelombang kecil)

4
EcoReef
(keramik)

Menyerupai bentuk hidup
karang mudah disusun
dan ditempati di
daerah reef slope

§  Relatif cukup mahal ± U$ 30 per modul
§  Hanya mewakili 1 life form

Cocok untuk
rumpon

5
Becak, bus, mobil, kapal dll

Bahan sudah tidak
terpakai hanya butuh
biaya transportasi dan
penenggelaman

Untuk becak
kurang efektif
sumber material
tidak sustainable

Material beca
mudah hancur.
Mobil sebaiknya
diikat rangka besi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar